Thursday, May 12, 2016

Contoh Spanduk Berikut dengan Baground

Contoh Spanduk Berikut dengan Baground Yang Menarik

Contoh Spanduk dengan ukuran dan skala bisa dilihat pada gambar berikut

Contoh Spanduk Makanan

 Contoh Spanduk Makanan
Ukuran 2 x 1 Meter (Skala 1:2)
Contoh Spanduk Seminar
Ukuran 1 x 3 Meter (skala 1:3)
Contoh Spanduk Bimbingan Teknis
Ukuran 1 x 6 Meter (Skala 1:6)
Contoh Spanduk Kegiatan Kampus

Contoh Spanduk Kegiatan Kampus
Ukuran 1 x 2 Meter  1:2Menampilkan Spanduk Makanan.jpg
Contoh Spanduk Akibat dari Pemakaian Narkoba
Skala 1 : 3 (Ukuran 1 x 3 Meter)
Contoh Spanduk Selamat Datang
Ukuran 1 x 5 Meter (Skala 1:5)

Demikian contoh spanduk yang kami tampilkan berikut dengan skala, jika anda ingin membuat atau order spanduk silahkan hubungan Contact ini.



Readmore → Contoh Spanduk Berikut dengan Baground

Tuesday, April 19, 2016

Mengenal Jenis Sistem Bisnis

Mengenal Jenis Sistem Bisnis: Mengenal Jenis Sistem Bisnis, Sistem informasi. Sistem informasi bisnis, Sistem dalam bisnis, Jenis Sistem Bisnis.

Bagaimana mendapatkan Sistem Bisnis?

Sebagaimana yang telah di uraikan pada artikel terdahuluBos Anda tidak akan membuat Anda Kaya! Lantas apa solusi atau cara yang akan di lalui untuk menuju kebebasan finansial. Sebelum melangkah lebih lanjut tiga pertanyaan di atas perlu ada jawabannya. untuk itu pada bagian ini akan di uraikan jawaban dari pertanyaan tersebut.

Sebagaimana posisi anda sekarang sudah selayaknya mulai mengarah ke kuadran "B" ingatlah bahwa tujuan berada di Kuadran "B" adalah mempunyai suatu sistem dan mempekerjakan orang-orang yang akan melaksanakan sistem itu untuk Anda. Anda bisa mengembangakan sistem tersebut sendiri atau Anda bisa mencari sebuah sistem untuk di beli.

Ibaratkan sebuah sistem itu bagaikan jembatan yang akan membantu Anda menyeberang dengan aman dari sisi kiri Cashflow quadrant ke sisi kanan.... salah satu jembatan Anda menuju kebebasan finansial

Anda Mau Berbisnis


Readmore → Mengenal Jenis Sistem Bisnis

Wednesday, October 23, 2013

Sikap Seorang Manager

Sebagai contoh, tugas mereka mungkin akan dirancang ulang agar lebih memuaskan. Anda mungkin harus mengadakan sarana penghargaan lebih banyak jika itu penting bagi mereka. Anda dapat mengembangkan kebijakan per­sonalia yang member! penghargaan pada karyawan berup a waktu bersama keluarga yang lebih sering, dan sebagainya.

Adakan Pertemuan Tatap Muka dengan Masing-Masing Karyawan
Para karyawan lebih termotivasi oleh perhatian dan keprihatinan Anda dibandingkan pengawasan Anda pada mereka. Kenalilah karyawan Anda, keluarganya, makanan kesukaannya, nama anak-anak mereka, dan sebagainya. mungkin ini terdengar manipulatif - dan akan demikian jika dilakukan secara tidak tulus. Namun, kendati jika Anda se-cara tulus ingin mengenal setiap karyawan Anda, itu tidak akan terjadi kecuali jika Anda secara sengaja menentukan waktu untuk bisa bersama dengan mereka masing-masing.
Tumbuhkan keterampilan delegasi yang kuat Pendelegasian termasuk membagi tanggungjawab dan wewenang kepada karyawan Anda sehingga mereka bisa melakukan tugas tertentu. Namun, biarkan karyawan Anda memutuskan bagaimana car a mereka akan menjalankan tugas tersebut. Keterampilan pendelegasian dapat memberi waktu luang yang cukup banyak bagi manajer dan penyelia.
Itupun memungkinkan pekerja mendapatkan peranan yang lebih berarti dalam pekerjaan, yang biasanya berarti lebih banyak kepuasan dan motivasi dalam pekerjaan.

Beri penghargaan saat Anda melihatnya

Sebuah pelajaran penting untuk para menajer dan penyelia baru adalah belajar fokus pada perilaku karyawan, bukan pada kepribadian karyawan. Kinerja di dalam tempat kerja harus didasarkan pada perilaku terhadap sasaran, bukan pada kepopuleran karyawan. Anda dapat terlibat dalam masalah besar (baik legal, moral, dan personal) karena hanya fokus pada perasaan Anda terhadap karyawan dan alih-alih pada apa yang Anda lihat dengan mata kepala Anda sendiri.
Beri penghargaan segera setelah Anda melihatnya Ini akan membantu menguatkan gagasanbahwa Anda sangat menyukai perilaku yang barus saja Anda lihat dalam diri karyawan Anda. Seringkali, makin pendek waktu antara tindakan majikan karyawan dan penghargaan Anda untuk tindakan tersebut, maka akan makin jelas bagi karyawan bahwa Anda sangat menyukai tindakan tersebut.
Terapkan prinsip dasar manajemen kinerja manajemen kinerja yang baik termasuk menentukan sasaran, ukuran untuk menetapkan apakah sasaran telah dicapai atau tidak, perhatian yang terns menerus dan umpan balik mengenai persyaratan menuju sasaran, dan tindakan korektif untuk mengarahkan kegiatan kembali menuju pencapaian sasaran ketika diperlukan. Manajemen kinerja dapat fokus pada orga-nisasi, kelompok, proses dalam organisasi dan karyawan.
Tetapkan sasaran yang SMARTER
Sasaran SMARTER adalah: spesifik, measurable (ter-ukur), acceptable (terterima), realistic (realistis), timely (sesuai waktu), extending of capabilities (meluaskan kemampuan), dan rewarding (penghargaan) pada yang terlibat.
Sampaikan secara jelas bagaimana hasil pekerja menyumbangkan pada hasil organisasi
Para karyawan kerap merasakan kepuasan penuh karena menyadari bahwa mereka telah membuat perbedaan secara nyata. Kesadaran itu kerap membutuhkan komunikasi yang jelas mengenai sasaran keorganisasian, kemajuan karyawan ke arah sasaran tersebut, dan penghargaan ketika sasaran tercapai.

Menghargai Pencapaian
Langkah penting ini kerap dilupakan. Para manager dan penyelia baru kerap terfokus pada "menyelesaikan sebanyak mungkin". Itu berarti mengenali dan memecahkan masalah. Para manager berpengalaman telah memahami bahwa mengakui dan menghargai solusi sebuah masalah dapat sangat penting seperti solusi itu sendiri. Tanpa pengakuan yang terus menerus akan keberhasilan, para karyawan akan menjadi frustrasi, skeptis, dan bahkan sinis terhadap upaya dalam organisasi.

Readmore → Sikap Seorang Manager

Sunday, March 4, 2012

Memotivasi Karyawan Dimulai dengan Memotivasi Diri Sendiri


Memotivasi Karyawan Dimulai dengan Memotivasi Diri Sendiri

Seorang Pemimpin/Manager harus terlebih dahulu memberikan contoh kepada Karyawannya tak obahnya seperti orang memandikan kuda. Pemilik harus terjun dulu ke sungai baru kudanya akan mengikuti. Jika Anda sangat tertekan, maka tampaknya orang lain juga akan demikian. Antusiasme itu menular. Jika Anda antusias dengan pekerjaan Anda, maka akan lebih mudah bagi orang lain untuk bersikap demikian pula. Sangatlah luar biasa, bahwa jika Anda membenci pekerjaan Anda, maka tampaknya semua orang pun akan bersikap demikian. Lagi pula, jika Anda melakukan tugas mengurus diri dan pe­kerjaan Anda sedemikian baik, maka Anda akan mendapat perspektif yang lebih jernih mengenai orang lain yang mengerjakan pekerjaannya sendiri.

Tempat yang baik untuk mulai mempelajari mengenai motivasi adalah dengan mulai memahami motivasi Anda sendiri. Kunci untuk membantu memotivasi karyawan Anda adalah dengan memahami apa yang memotivasi mereka. Maka apa yang memotivasi Anda? Perhatikan, sebagai contoh, waktu bersama keluarga, penghargaan, pekerjaan yang dilakukan dengan baik, pelayanan, pembelajaran, dan sebagainya. Bagaimana menata pekerjaan Anda untuk mendukung motivasi Anda sendiri? Apa yang dapat Anda lakukan untuk memotivasi diri Anda sendiri secara lebih baik?

Selalu mengupayakan agar tujuan organsasi searah dengan tujuan karyawan

Seperti disinggung di atas, para karyawan dapat dipicu semangat kerjanya dan dapat bekerja dengan sangat keras. Namun, jika hasil kerja mereka tidak menyumbang pada tujuan organisasi, maka organisasi tidak menjadi lebih dan seandainya jika para karyawannya duduk berpangku tangan - mungkin malah lebih buruk! Karena itu, sangat penting bagi para manajer dan penyelia untuk mengetahui apa yang mereka inginkan dari para karyawannya. Persyaratan ter-sebut harus dinyatakan dalam bentuk sasaran organisasi. Menentukan sasaran organisasi biasanya dilakukan selama perencanaan jangka panjang. Langkah apa pun yang Anda ambil untuk mendukung motivasi karyawan Anda (berbaga i langkah disarankan di bawah ini), pastikan bahwa para karyawan memiliki asupan yang kokoh untuk menentukan sasaran mereka dan bahwa sasaran tersebut disearahk.m dengan sasaran organisasi.

Kunci untuk mendukung motivasi karyawan Anda adalah dengan memahami apa yang memotivasi mereka masing-masing

Tiap orang dimotivasi oleh berbagai hal. Langkah apa pun yang Anda ambil untuk mendukung motivasi para karyawan Anda, yang utama harus mencakup penemuan mengenai apa yang sebenarnya memotivasi masing-masing karyawan Anda. Anda dapat mengetahui hal ini dengan cara menanyai mereka dan mengamati mereka. (Lebih jauh mengenai hal ini akan disajikan berikut.)

Menyadari bahwa mendukung motivasi karyawan adalah sebuah proses, bukan tugas

Organisasi berubah setiap wktu, orang pun demikian. Memang benar, ini adalah proses berkelanjutan untuk mempertahankan suatu lingkungan yang tiap karyawannya dapat memotivasi diri mereka sendiri secara kuat. Jika Anda meng-anggap motivasi karyawan sebagai proses berkelanjuta, maka Anda akan merasa lebih puas dan termotivasi.

Dukung motivasi karyawan dengan menggunakan sistem keorganisasian (sebagai contoh, kebijakan dan prosedur ) jangan hanya bersandar pada niat baik

Jangan bersandar pada hubungan pribadi yang kuat untuk membantu memotivasi karyawan. Sifat hubungan yang demikian adalah mudah berubah, sebagai contoh, selama waktu stres. Alih-alih gunakan sistem yang andal dan menyeluruh di tempat kerja untuk membantu memotivasi karyawan. Sebagai contoh, tetapkan sistem kompensasi, sistem kinerja karyawan, kebijakan dan prosedur ke organisasian, dan sebagainya, untuk mendukung motivasi karyawan. Dan juga tetapkan berbagai sistem dan struktur yang membentuk memastikan pemahaman yang jernih dan perlakuan seimbang pada karyawan.
Readmore → Memotivasi Karyawan Dimulai dengan Memotivasi Diri Sendiri

Lingkungan Yang Rapi, Sejuk, Indah, Menyenangkan

Lingkungan Yang Rapi dan Indah

Semua karyawan memiliki kebutuhan untuk mengungkapkan diri, ingin diterima sebagai bagian dari "anggota keluarga/perusahaan", ingin dipercaya dan didengar kata-katanya, dihargai oleh manajemen dan bangga terhadap apa yang dikerjakannya. Melalui komunikasi dua arah (termasuk rapat/meeting) pihak manajemen dapat mengidentifikasi hal-hal tersebut sekaligus menginformasikan tentang tujuan-tujuan perusahaan, target market dan rencana masa depan lalu mendorong karyawannya untuk memberikanfeedback.

Pihak manajemen juga harus belajar bagaimana membentuk "budaya perusahaan" dan lingkungan kerja yang kondusif. Hal ini hanya dapat dicapai melalui praktek kepemimpinan dan manajemen perusahaan yang baik, pendekatan kemanusiaan, keadilan bagi semua, struktur karir yang jelas, program pelatihan dan pengembangan yang terpadu, dukungan peralatan kerja yang memadai, penilaian kinerja yang obyektif, program "reward" yang tepat, gaji dan tunjangan yang memadai serta kegiatan-kegiatan lain yang diadakan oleh perusahaan.

Pentingnya Karyawan Bagi Perusahaan

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya adalah karyawan perlu mengetahui bahwa pihak manajemen mengakui kehadiran mereka, sadar akan arti penting karyawan bagi perusahaan, para manager mampu mengingat nama-nama bawahannya dan tidak segan menyapa mereka. Manager yang gagal mengingat nama bawahannya atau tidak merespon ketika disapa oleh bawahan akan membuat karyawan kehilangan motivasi kerja, kurang loyal dan kurang kepercayaan pada manager tersebut. Para manager dapat memperoleh loyalitas dan kepercayaan dari bawahannya jika ia memperlakukan bawahannya sebagai "mitra kerja", menunjukkan kepedulian yang tinggi, mau mendengarkan saran dan keluhan dan mau saling berbagi pengalaman.

Akhirnya tinggal satu pertanyaan yang harus dijawab para manager: mungkinkah untuk melakukan hal-hal ter­sebut di perusahaan Anda. Dengan perencanaan yang matang dan niat baik yang didasari kepedulian akan pentingnya kualitas hidup setiap orang dalam perusahaan, saya yakin para manager akan dapat melakukannya.
Readmore → Lingkungan Yang Rapi, Sejuk, Indah, Menyenangkan

Mensuport Karyawan


MENYEMANGATI  KARYAWAN DALAM SITUASI LELAH

Keberhasilan perusahaan (manajemen) dalam memper-tahankan karyawan terbaik yang dimiliki tidaklah dicapai dengan cara yang mudah. Hal tersebut hanya dapat terjadi berkat kepiawaian manajemen dalam memahami kebutuhan karyawan dan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif yang dapat membuat para karyawannya merasa termotivasi secara internal.

Tingkatan kebutuhan karyawan
Salah satu teori motivasi yang banyak mendapat sambut-an yang amat positif di bidang manajemen organisasi adalah teori Hirarki Kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow. Menurut Maslow setiap individu memiliki kebutuh-an-kebutuhan yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling mendasar sampai pada tingkatan yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling rendah telah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi. Pada tingkat yang paling bawah, dicantumkan berbagai ke­butuhan dasar yang bersifat biologis, kemudian pada ting­katan lebih tinggi dicantumkan berbagai kebutuhan yang bersifat sosial. Pada tingkatan yang paling tinggi dicantum­kan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri.

Dalam perusahaan kebutuhan-kebutuhan tersebut diatas diterjemahkan sebagai berikut:

HIRARKI KEBUTUHAN ABRAHAM MASLOW

Kebutuhan untuk aktualisasi diri

Kebutuhan aktualisasi diri: kesempatan dan kebebasan untuk merealisasikan cita-cita atau harapan individu, ke­bebasan untuk mengembangkan bakat atau talenta yang dimiliki.

Kebutuhan untuk dihargai
Kebutuhan untuk dihargai: pemberian penghargaan atau reward, mengakui hasil karya individu.

Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi

Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi: interaksi dengan rekan kerja, kebebasan meiakukan aktivitas sosial, kesem­patan yang diberikan untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain.

Kebutuhan akan rasa aman dan tentram

Kebutuhan akan rasa aman: lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk ancaman, keamanan jabatan/posisi, status kerja yang jelas, keamanan alat yang dipergunakan.

Kebutuhan fisiologis dasar

Kebutuhan fisiologis dasar: gaji, makanan, pakaian, perumahan danfasilitas-fasilitas dasar lainnya yangberguna untuk kelangsungan hidup pekerja.
Mengingat bahwa setiap individu dalam perusahaan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda, maka akan sangat penting bagi perusahaan untuk melihat apa ke­butuhan dan harapan karyawannya, apa bakat dan ketrampilan yang dimilikinya serta bagaimana rencana karyawan tersebut pada masa mendatang. Jika perusahaan dapat menge-tahui hal-hal tersebut, maka akan lebih mudah untuk menempatkan si karyawan pada posisi yang paling tepat, sehingga ia akan semakin termotivasi. Tentu saja usaha-usaha memahami kebutuhan karyawan tersebut harus disertai dengan penyusunan kebijakan perusahaan dan prosedur kerja yang efektif. Untuk meiakukan hal ini tentu bukan perkara yang gampang, tetapi memerlukan kerja keras dan komitmen.
Readmore → Mensuport Karyawan

Mengasah Keterampilan


Mengasah ketrampilan diri dengan mengikuti kursus

Sesekali ikutlah dalam salah satu kursus atau pelatihan untuk mengupdate kemampuan Anda dan mendapatkan suasana baru yang berbeda dengan suasana kerja sehari-hari. Bila perlu pilih kursus yang ada di luar kota agar Anda bisa belajar sambil bersantai dengan keluarga atau teman, sehingga ketika kembali ke kantor pikiran menjadi segar kembali.

Tatkala mengubah karir menjadi penting

Jika ternyata Anda terus-terusan mengalami kebosanan kerja di bidang yang sama maka ada baiknya Anda mulai mengevaluasi diri Anda. Cobalah pikirkan kelebihan dan kekurangan Anda dalam bidang tersebut. Jika perlu jangan takut untuk merubah karir. Hal ini tentu saja tidak gampang dilakukan, terutama untuk karir yang tidak ada kaitannya dengan bidang pen-didikan atau pun keahlian Anda, mengingat bahwa kesempatan kerja di Indonesia masih amat tidak se-imbang dengan jumlah calon pekerja. Oleh karena itu sebelum merubah karir maka pastikan Anda membekali diri dengan pengetahuan dan keahlian yang sesuai.

Masih banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi kebosanan kerja. Pada dasarnya beberapa hal penting yang diharapkan dilakukan oleh para pekerja yang mengalami kebosanan kerja adalah agar mereka dapat mengubah suasana kerja menjadi lebih menarik dan menyenangkan, menemukan sesuatu yang berharga dan bernilai bagi kehidupan dirinya, memilih kegiatan yang menyenangkan, dan menstimulasi otak agar dapat membantu diri sendiri dalam mengatasi berbagai persoalan hidup. Intinya untuk menghindari kebosanan kerja maka individu harus meng­atasi kebosanan tersebut dengan cara: SEGERA BERTINDAK MELAKUKAN SESUATU. Gejala-gejala kebosanan bukan untuk dihindari tetapi harus diselesaikan dengan segera.
Readmore → Mengasah Keterampilan

Merintis Usaha Sendiri


Usaha sendiri salah satu cara membunuh bosan
Memulai usaha sendiri merupakan suatu langkah besar yang dapat dilakukan oleli para pekerja yang menyukai tantangan. Dengan memulai usaha sendiri maka tan­tangan akan semakin besar dan akan menuntut indi-vidu tersebut untuk menguasai (setidaknya mengetahui) berbagai bidang yang berguna untuk kelangsungan usahanya. Usaha baru yang dijalankan bisa saja masih bergerak pada bidang yang sama dengan yang dilakukan semasa bekerja di perusahaan orang lain, atau bisa juga memilih bidang yang berbeda sama sekali.

Tatkala "ketrampilan menasehati" menjadi usaha sendiri Menjadi "independent consultant" bagi perusahaan-perusahaan kecil yang tidak mampu membayar jasa perusahaan-perusahaan konsultant besar dan ternama merupakan suatu tantangan yang menarik bagi Anda yang sangat menguasai bidang pekerjaan Anda. Anda bisa mencoba menjadi konsultant di perusahaan milik anggota keluarga, teman atau relasi Anda. Tentu saja hal ini harus dilakukan tanpa melanggar aturan yang berlaku di perusahaan tempat Anda bekerja saat ini. Artinya hal ini bisa dilakukan sejauh hal tersebut di-ijinkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja atau tanpa menggunakan waktu dan fasilitas dari per­usahaan tempat Anda bekerja sekarang ini.

Bergabung Kedalam Kelompok Profesi

Bergabung dengan asosiasi profesi sesuai bidang ke-ahlian yang Anda miliki dan mau terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang diselengggarakan oleh asosiasi tersebut merupakan suatu cara yang baik untuk kembali menyegarkan semangat kerja Anda. Dengan ikut terlibat dalam asosiasi dan kegiatan tersebut maka Anda memiliki kesemapatan untuk berbagi penga-laman dengan rekan seprofesi sehingga dapat lebih memperkaya wawasan dan dapat memunculkan ide-ide atau harapan-harapan baru.

Membangun jaringan

Dewasa ini terdapat aneka ragam perusahaan yang menawarkan peluang kerja yang memungkinkan individu untuk dapat bekerjasama tanpa mengganggu pekerjaan yang sudah ada atau yang sedang ditekuni saat ini. Sebagai contoh: ada perusahaan yang me­nawarkan kerjasama dalam bentuk penyertaan saham dan bagi hasil, Anda yang menggunakan sistem Multi Level Marketing, dan ada juga yang berbasis web (kerja jarak jauh), dan lain-lain. Semua penawaran tersebut membuka peluang bagi Anda untuk melakukan kerjasama. Anda dapat mempelajari masa depan dari masing-masing perusahaan tersebut dan menentukan mana yang lebih sesuai untuk diri Anda.
Readmore → Merintis Usaha Sendiri

Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Kerja

Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Kerja

Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Kerja

Beberapa cara berikut ini mungkin layak Anda pertimbangkan jika kebetulan Anda merasa bosan dengan pe­kerjaan Anda saat ini:

Menulis buku, novel, artikel atau training manual akan sangat berguna untuk mengalihkan perhatian Anda dari tugas-tugas sehari-hari. Sekali Anda melakukan salah satu dari hal-hal tersebut maka Anda akan terus tertantang untuk membuat tulisan dengan mutu yang lebihbaik. Selain itu dengan menulis maka Anda akan terpacu untuk mencari berbagai informasi dan bahan-bahan yang diperlukan sehingga wawasan Anda menjadi lebih luas dan kesempatan untuk meng-aktualisasikan potensi dan kemampuan Anda ke dalam tulisan tersebut menjadi lebih terbuka. Bahkanbisa jadi bahwa kegiatan Anda menulis tersebut justru menjadi karir yang kemudian membuat Anda meraih kesuksesan. Contoh nyata dalam hal ini adalah John Grisham, seorang pengacara yang menjadi pengarang Novel, yang justru menjadi terkenal setelah menulis novel dan bukan ketika ia berprofesi sebagai Lawyer.

Menjadi dosen atau guru sudah menjadi suatu fenomena umum yang sering kita temui pada pekerja di Indonesia. Dengan mengajar. maka Anda akan memiliki kesempatan untuk menikmati kondisi atau suasana yang berbeda antara dunia kerja (kantor) dengan dunia akademik (kampus/sekolah). Para pekerja senior maupun manager sebaiknya menyedia-kan waktu untuk mendidik para professional yunior yang ada dalam perusahaannya. Dalam beberapa perusahaan hal ini mungkin sudah merupakan suatu tugas yang memang harus dilakukan oleh sang manager. Namun demikian jika di perusahaan Anda kebetulanbelumberlaku hal tersebut maka ajukan diri untuk mulai melakukannya. Hal ini akan sangat ber-guna dalam mengatasi kebosanan kerja.
Readmore → Cara Mengatasi Kebosanan Dalam Kerja

Penyebab Kebosanan Rutinitas

Beberapa alasan mengapa bisa terjadi kebosanan kerja dapat dibagi dalam beberapa penyebab, yaitu:

Jika Kerjaan Menjadi Rutinitas Yang Membosankan

Otak manusia membutuhkan stimulasi dan tantangan terus-menerus. Artinya dalam konteks pekerjaan maka otak manusia cenderung membutuhkan tugas-tugas baru yang menantang atau menarik. Setiap saat menemukan tugas atau tantangan baru maka otak akan berusaha untuk menguasai tugas tersebut, dan sesudah berhasil menguasainya maka otak membutuhkan stimulasi baru. Jika stimulasi atau tan­tangan baru tersebut tidak ada dan otak hanya mengulang apa yang telah dikuasai maka tugas atau pekerjaan yang telah dikuasai tersebut menjadi tidak menarik sehingga tim-bul kebosanan. Para pekerja yang setiap hari hanya meiaku­kan pekerjaan yang sama dan berulang-ulang serta berada dalam lingkungan kerja yang relatif  sama akan sangat mudah menjadi bosan setelah menjalani pekerjaan tersebut dalam waktu tertentu. Selain itu pekerjaan yang dianggap terlalu mudah atau tidak sesuai dengan tingkatan penge-tahuan, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang juga akan cenderung membuat ia mengalami ke­bosanan.

Keharusan Memiliki Kewenangan Sendiri

Dalam bekerja hampir setiap individu mendambakan untuk dapat bekerja dengan otonomi yang luas, memiliki tanggungjawab, bisa fleksibel dalam mengerjakan tugas-tugas, dan terlibat dalam pembuatan keputusan yang me-nyangkut dirinya. Jika hal-hal seperti ini tidak didapat oleh pekerja selama meiakukan aktivitas kerjanya maka ke-mungkinan untuk menjadi bosan akan sangat terbuka.

Readmore → Penyebab Kebosanan Rutinitas

Saat Motivasi Berselingkuh dengan Kelesuan


Saat Motivasi Berselingkuh dengan Kelesuan

Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Kebosanan bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan individu seperti pekerjaan, sekolah, bahkan perkawinan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, hilangnya minat atau ketertarikan pada sesuatu yang dahulu disukai, malas, lesu, dan berbagai perasaan tidak enak yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menyebabkan individu tersebut mengalami stress bahkan depresi.

Dalam dunia kerja, kebosanan kerja menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian mengingat bahwa hal ter­sebut akan dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai.

Kebosanan kerja bisa terjadi bukan saja pada pekerja di tingkat bawah (Frontliner) tetapi juga bisa melanda para pe­kerja di tingkat atas (Managerial Level). Oleh karena itu banyak perusahaan yang melakukan berbagai tindakan pencegahan dengan cara meiakukan rotasi kerja, melibatkan pekerja dalam pengambilan keputusan, melaksanakan company gathering, memberikan kesempatan untuk meiakukan cuti, dan masih banyak lagi hal lainnya. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk membuat para pekerja tidak merasa bosan dan jenuh dengan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan sehari-hari. Dari sisi individu, hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat terbebas dari kebosanan kerja tersebut ?

Readmore → Saat Motivasi Berselingkuh dengan Kelesuan

Selalu Melaksanakan Perintah Yang Maha Kuasa


4. Selalu Melaksanakan Perintah Yang Maha Kuasa


Meskipun dengan semangat yang menggebu, banyak membaca, dan terus mencari cara untuk menghilangkan malas, tetap saja kalau tanpa seizin-Nya, semua itu tidak akan pernah berhasil. Supaya kita tidak jadi orang yang sombong, banyak-banyaklah berdoa karena doa merupakan suatu pengharapan yang akan membuat kita selalu termotivasi khususnya secara psikologis. Kata-kata yang di-ucapkan dalam doa akan menjadi suatu pemikiran yang positif bagi kita. Lalu apa yarig kita lakukan setelah kita berdoa? jawabnya adalah ikhtiar. Kita tidak bisa hanya berdoa saja tanpa melakukan suatu upaya. Sebagai wujud tanggung jawab dari doa kita adalah kita bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan doa tersebut. Setelah itu barulah kita bertawakkal yang berarti menyerahkan setiap urusan kepada-Nya. Kita harus sadar bahwa kita itu penuh dengan keterbatasan, kita hanya bisa berusaha dan berdoa sedangkan Tuhanlah yang berhak menentukan. Tentunya supaya doa kita dikabulkan, syarat mutlak adalah rajin beribadah.
Perlu diingat bahwa yang benar-benar ada itu adalah orang yang rajin dengan yang malas, bukan yang pintar dengan yang bodoh, karena kita itu semuanya makhluk yang unggul, coba bayangkan sebelum kita terlahir ke dunia ini kita sudah bersaing dengan berjuta-juta sperma, dan kitalah yang keluar sebagai pemenangnya.

Mungkin masih banyak cara-cara yang lain, tapi semoga cara-cara diatas bisa menghilangkan atau minimal mengu-rangi rasa malas kita. Tapi semuanya kembali kepada diri kita sendiri karena rasa malas akan terus menghantui kalau kitanya sendiri tidak pernah ada keinginan kuat untuk menghilangkannya.

Readmore → Selalu Melaksanakan Perintah Yang Maha Kuasa

Tancapkan Tujuan Dalam Hidup


3. Tancapkan Tujuan Dalam Hidup



Hidup bisa diibaratkan dengan sebuah kapal laut dan kitalah nahkodanya. Kalau seorang nahkoda tidak punya tujuan dan tidak mempunyai kejelasan mau dibawa kemana kapal tersebut, maka kapal itu hanya akan terombang-ambing oleh ombak dan hanya mengikuti kemana air mengalir. Dengan tujuan kita punya impian dan akan mengerahkan upaya untuk mencapai tujuan tersebut sehingga rasa malas akan tersingkirkan.

Sangatlah rugi kalau hidup ini layaknya kapal tadi, hanya mengikuti kemana air mengalir, tidak punya suatu kejelasan. Hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan, seperti kata bijak "masa depart adalah apa yang kita lakukan pada hari ini". Terus kalau kita malas terus bisa ditebak bagai-mana jadinya masa depan kita. Semakin banyak yang kita perbuat semakin nyatalah jati diri kita. Kemudian untuk mengatasi malas, kita juga harus selalu introspeksi diri sendiri supaya kita terus memperbaharui diri dan memperbaiki kesalahan yang kita perbuat. Dan jangan lupa juga untuk selalu berpikiran ke depan. Silakan malas-malasan sekarang, tapi kita juga harus siap dan berani menanggung akibatnya suatu saat nanti, khan apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Ingat, kitalah pemimpin diri kita sendiri!


Readmore → Tancapkan Tujuan Dalam Hidup

Mengubah cara berpikir dari "malas" ke "tangkas"


2. Mengubah cara berpikir dari "malas" ke "tangkas"


Pokoknya, ketika kita ingin melakukan sesuatu dan tiba-tiba rasa malas muncul, jangan pernah mengucapkan ataupun berpikiran negatif seperti "ah, cape nih, sepertinya tidak akan benar". Lebih baik berpikiran positif seperti "wah.. sepertinya asyik nih, pasti rame, come on semangat.. semangat," dan lain-lain. Karena bagaimanapun juga energi yang digunakan untuk berpikiran yang negatif dengan positif itu adalah equal alias sama, jadi bukankah lebih baik apabila kita hanya memasukkan pikiran yang positif saja. Otak secara otomatis akan menerima perintah dan masukan dari kita. Kalau berpikiran malas, pasti rasanya malas terus, otak kita akan mencari alasan supaya kita menjadi malas." Apa yang Anda pikirkan akan menjadi kenyataan" (Quantum Learning). Kemudian jika kita melakukan sesuatu harus sesuai mood dan kalau tidak mood maka yang ada hanya malas, yakinlah tidak akan sempurna, seharusnya mood atau tidak, kerjakan saja. Justru mood itu datang saat kita sedang melakukan suatu kegiatan, bukan sebelum kegiatan tersebut akan dilakukan. Masalah penampakan mood itu hanya sebuah alasan sebagai persembunyian akan rasa malas tersebut. Jadi intinya kerjakan saja dan selalu berpikiran positif, semua itu akan membuat hidup lebih hidup. Rasa malas tidak akan pernah hilang jika kita terus berpikiran malas dan hanya menunggu malasnya hilang.


Readmore → Mengubah cara berpikir dari "malas" ke "tangkas"

Wednesday, February 29, 2012

Model Sertificate Lanscape

Model Sertificate Lanscape Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusi RI
 

Readmore → Model Sertificate Lanscape